Berita Terkini Gunung Kelud

Siapa yang tidak kenal dengan Gunung Kelud? Gunung ini terkenal sebagai salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang seringkali menjadi sorotan utama bagi masyarakat Indonesia. Terletak di sebelah barat daya Kota Kediri, Jawa Timur, Gunung Kelud memiliki tinggi sekitar 1.731 mdpl dengan kawah berdiameter sekitar 600 meter. Gunung ini juga memiliki sejarah yang panjang sebagai saksi bisu dari sejarah peradaban Indonesia.

Gunung Kelud dalam Sejarah Indonesia

Gunung Kelud pertama kali meletus pada tahun 1586 dan telah meletus sebanyak 30 kali pada masa sejarah Indonesia. Letusan terbesarnya terjadi pada 13 Februari 2014 lalu, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan ratusan ribu orang harus mengungsi karena dampak dari letusan tersebut. Letusan tersebut juga mengakibatkan berbagai kerugian seperti kerusakan infrastruktur dan kehancuran lingkungan di sekitar lereng gunung.

Meskipun demikian, letusan-letusan tersebut tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk tetap mengunjungi Gunung Kelud. Banyak orang yang tertarik untuk melihat kawasan sekitar gunung seperti waduk, perbukitan, danau, serta panorama alam yang menakjubkan. Oleh karena itu, pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu Gunung Kelud, mengapa Gunung Kelud bisa meletus, jenis-jenis dari Gunung Kelud, cara kerja dari Gunung Kelud, serta keuntungan dan manfaat yang dimiliki oleh Gunung Kelud.

Apa itu Gunung Kelud?

Gunung Kelud adalah gunung berapi aktif yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.731 mdpl dengan diameter kawah sekitar 600 meter. Selama ribuan tahun, magma dari bawah tanah terus meluap ke permukaan gunung sehingga menimbulkan proses pembentukan kawah. Selain itu, Gunung Kelud juga merupakan gunung dengan sejarah peradaban yang panjang di Indonesia sejak zaman kerajaan.

BACA JUGA   Berita Terkini Israel Palestina

Mengapa Gunung Kelud Bisa Meletus?

Gunung Kelud menjadi sangat aktif sejak awal zaman modern karena adanya pengaruh dari aktivitas manusia. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi hal ini adalah penggunaan lahan pertanian di kaki gunung dan aktivitas pertambangan yang dilakukan di sekitar area gunung. Dampak dari aktivitas manusia tersebut memungkinkan terjadinya kegiatan geologi yang tidak sesuai dengan kemampuan lingkungan alami.

Gunung Kelud meletus secara tak terduga pada 19 Mei 1919 pada pukul 13.30 WIB setelah mendapat tekanan dari magma yang terus bergerak ke permukaan gunung. Letusan ini mengakibatkan pepohonan tersapu habis, desa di sekitar gunung terkubur abu hingga ketinggian 50 cm, serta terjadinya fenomena alam seperti alur lahar dan gempa yang menyerupai suara meriam.

Jenis-Jenis dari Gunung Kelud

Secara umum, ada dua jenis gunung berapi di dunia, yaitu gunung api lempung dan gunung api batuan. Gunung Kelud termasuk gunung api lempung, yang memiliki sifat lebih eksplosif dibandingkan dengan jenis gunung yang lainnya. Sifat eksplosif ini disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik magma dan kandungan gasnya yang tinggi.

Selain itu, Gunung Kelud memiliki beberapa jenis vulkanisme yang terjadi karena adanya suatu proses antara magma dan batuan induk. Beberapa jenis vulkanisme tersebut adalah vulkanisme fissure, vulkanisme kerucut, dan kaldera. Setiap jenis vulkanisme memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung pada kandungan magma yang ada di dalamnya.

Cara Kerja dari Gunung Kelud

Gunung Kelud bekerja dengan cara mengeluarkan material vulkanik dari dapur magma dalam kawah. Dapur magma ini terletak di bawah permukaan tanah dan sering dikaitkan dengan lempeng-lampung yang memindahkan magma dari bawah kerak bumi. Magma yang terbentuk kemudian naik ke permukaan melalui rongga-rongga atau rekahan yang terbentuk di sepanjang batuan induk.

BACA JUGA   Berita Terkini Ekonomi

Pada beberapa kasus, magma yang keluar dari lempeng bawah tanah menekan magma yang telah ada di atasnya sehingga terbentuklah tekanan yang sangat besar di bawah permukaan. Tekanan yang sangat besar inilah yang memaksa magma untuk naik ke permukaan dan melontarkan material vulkanik seperti lava dan abu vulkanik.

Keuntungan dan Manfaat dari Gunung Kelud

Terlepas dari kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh letusan Gunung Kelud, ada beberapa manfaat dan keuntungan dari gunung berapi ini bagi masyarakat sekitar. Salah satu manfaat dari letusan Gunung Kelud adalah dapat membentuk tanah yang subur di sekitar area gunung. Abu vulkanik yang terbawa oleh angin dan hujan mengandung unsur-unsur hara yang sangat baik bagi tanaman sehingga membuat tanah menjadi sangat subur. Hal ini juga yang membuat sebagian masyarakat daerah sekitar gunung mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian mereka.

Selain itu, letusan Gunung Kelud secara tidak langsung memperkaya keanekaragaman hayati di sekitar lereng-lereng gunung. Kandungan mineral dan unsur hara yang terkandung dalam tanah hasil letusan gunung mampu memberikan nutrisi yang baik untuk perkembangan tanaman dan tumbuhan di sekitar area gunung.

Kita juga tidak boleh melupakan manfaat dan nilai sejarah yang dimiliki oleh Gunung Kelud bagi masyarakat Indonesia. Letusan-letusan yang pernah terjadi pada gunung ini menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia dan menjadi saksi dari perjalanan zaman bangsa Indonesia dari masa ke masa.

Kesimpulan

Dalam artikel kita kali ini, kita telah membahas tentang Gunung Kelud, salah satu gunung berapi aktif yang terletak di Jawa Timur, Indonesia. Kita telah membahas apa itu Gunung Kelud, jenis-jenis dari Gunung Kelud, mengapa Gunung Kelud bisa meletus, cara kerja dari Gunung Kelud, serta keuntungan dan manfaat yang dimiliki oleh Gunung Kelud. Meskipun terdapat dampak negatif dari letusan Gunung Kelud, kita tidak boleh melupakan manfaat dan keunikan yang dimilikinya. Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus selalu mengingat sejarah peradaban Indonesia dengan berbagai kenangan yang ditorehkan pada Gunung Kelud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *